Konsep Kewarganegaraan Dalam Perspekif Islam Analisis Normatif Dan Kontekstual

Authors

  • Iza Rohma Nst Ilmu Al-qur'an dan tafsir Institut Sains Al-qur'an Syekh Ibrahim Author
  • Syamzaimar Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Sains Al-qur'an Syekh Ibrahim Author

Keywords:

kewarganegaraan, Islam, normatif, kontekstual, pendidikan kewarganegaraan

Abstract

Kewarganegaraan merupakan konsep fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang tidak hanya berkaitan dengan status hukum warga negara, tetapi juga menyangkut partisipasi sosial, tanggung jawab moral, dan hubungan antara individu dengan negara. Dalam perkembangan modern, konsep kewarganegaraan cenderung dipahami secara legal-formal, sehingga dimensi etika dan spiritual sering kali kurang mendapat perhatian. Kewarganegaraan dalam perspektif Islam memiliki landasan normatif yang bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis yang menekankan keadilan, kesetaraan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kewarganegaraan dalam perspektif Islam melalui pendekatan normatif dan kontekstual serta mengkaji relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui kajian terhadap sumber-sumber primer Islam dan berbagai literatur akademik kontemporer yang relevan dengan tema kewarganegaraan dan politik Islam. Teknik analisis data dilakukan menggunakan content analysis dengan pendekatan interpretatif-kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kewarganegaraan dalam Islam bersifat holistik karena mencakup dimensi spiritual, sosial, politik, dan moral secara simultan. Prinsip keadilan (‘adl), kesetaraan (musawah), musyawarah (shura), dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Selain itu, Piagam Madinah merepresentasikan model historis kewarganegaraan Islam yang menjunjung pluralisme dan perlindungan hak warga negara. Dalam konteks kontemporer, nilai-nilai kewarganegaraan Islam tetap relevan dalam menghadapi tantangan demokrasi, hak asasi manusia, globalisasi, dan era digital. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan kewarganegaraan dan kehidupan sosial berpotensi memperkuat karakter warga negara yang demokratis, religius, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-05-17