INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM KURIKULUM UNTUK MEMPERKUAT IDENTITAS BUDAYA MELALUI PEMBELAJARAN BATIK
Keywords:
kearifan lokal, kurikulum, identitas budaya, pembelajaran batik, budaya lokalAbstract
Ditengah pengaruh budaya asing dan globalisasi integrasi kearifan lokal menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pengalaman belajar dengan mengintegrasikan budaya lokal dapat menciptakan kegiatan belajar yang kontekstual, bermakna dan relevan dengan kehidupan nyata. Batik sebagai warisan budaya yang memiliki nilai estetika, filosofi dan karakter merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam bidang pendidikan melalui pembelajaran membatik dengan tujuan untuk memperkuat identitas bangsa dalam diri murid. Artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji dari berbagai sumber ilmiah terkait kurikulum berbasis kearifan lokal, pendidikan karakter, dan pembelajaran membatik. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa integrasi kearifan lokal khususnya pembelajaran membatik dapat meningkatkan pemahaman murid terhadap budaya lokal serta dapat mengembangkan nilai karakter disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kesabaran serta rasa bangga terhadap budaya bangsa. Pembelajaran membatik dapat diimplementasikan dalam bentuk pembelajran berbasis proyek sehingga murid mendapatkan pengalaman langsung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya membatik bukan hanya sebagai Upaya untuk melestariukan warisan budaya namun juga sebagai sarana memperkuat karakter murid dan identidas budaya.





